Jumat, 02 Oktober 2015

Otak-Atik Kisah

OTAK-ATIK KATA DALAM CERITA
By Mr D


1.Awal Kata
Mata membaca telinga mendengar
Barangkali judulnya terlalu vulgar
Namun kupastikan hatimu takan kotor
Sebab tak ada kata  yang kurang ajar

Aku sadar, mereka pun sadar
Kadang  hidup ini seperti berlayar,
Kita mesti berlabu ke hilir
‘Tuk menggali kisah yang sempat terkubur.

2. Elar
Pernah aku merasa getir
Saat aku sadar bahwa hidup memang sukar.
Waktu itu kami berlive in di Elar.
Elar itu letaknya di Manggarai timur,
Jauh lebih kering dibanding kecamatan Lembor.
Ya Lembor itu kampungnya Fr Hans Syukur.

Kembali ke topik tentang Elar.
Semua orang tahu kalau Elar itu tak punya pasar,
Tapi orang-orang di sana  hobinya pamer.
Eitsss, sabar dulu! Maksudku pamer  sikap solider.
Hal itu membuatku tak merasa minder.

Apalagi merasa tersingkir,
Di antara para tua golo yang hobinya berkelakar,
Bagai sahut menyahutnya burung camar.

Aku paling senang saat  datangnya fajar
Duduk menghitung berung yang bertengger,
Sambil menyeruput kopi hitam yang terasa segar.
Pernah ayah angkatku bertutur:
“Nak, mari kita ke kebun untuk membabat belukar”
Tentang itu aku paling gemar
Meski di kebun ada banyak ular.

Manakala waktu segera berakhir
Aku coba beriktiar:
“Dalam kalbuku, Elar takan pudar”

3. Lagur
Satu lagi kisahku tentang cinta di desa Lagur.
Letaknya memang tak jauh dari Cancar.
Kalau dari novisat kurang lebih tiga kilo meter.
Lagur menjadi tempat favoritku saat pesiar
Hitung-hitung juga sebagai karya misioner.

Cerita tentang Lagur bermula dari seorang suster
Aku mengenalnya di awal Oktober,
Tepatnya seminggu  sebelum ke Elar untuk berlibur.
Selain manis, suster itu juga pintar.
Tak heran kalau ia kujadikan inspirator
Di kala panggilanku mulai luntur
Ketika  kami sudah berpencar
Rinduku padanya selalu mekar.
Untunglah ada seorang teman bruder
Yang mengingatkanku untuk tetap tegar.
Dan sejauh ini aku sangat bersyukur
Sebab suster tak pernah hilang kabar

Di Lagur, ada juga ceritaku tentang calon legislator.
Maaf, namanya Bapak  Konstantinus Gagur.
Manakala musim kampanye digelar
Darinya saya mendapat serangan fajar.
Waktu itu saya menjabat ketua redaktur
Maka di novis, ia ingin namanya populer.
Memang hal ini wajar,
Tapi paling tidak disukai oleh magister.
Akibatnya saya pernah ditegur
Dan itu membuat saya susah tidur

4. Akhir Kata
Orang-orang Flores bagian timur
Selalu menyingkat Manggarai dengan Manggar
Mungkin ini tidak benar
Tapi aku bermaksud menghibur
That’s all, my brother.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar