OTAK-ATIK KATA
DALAM CERITA
By Mr D
1.Awal Kata
Mata
membaca telinga mendengar
Barangkali
judulnya terlalu vulgar
Namun
kupastikan hatimu takan kotor
Sebab
tak ada kata yang kurang ajar
Aku
sadar, mereka pun sadar
Kadang
hidup ini seperti berlayar,
Kita
mesti berlabu ke hilir
‘Tuk
menggali kisah yang sempat terkubur.
2. Elar
Pernah aku merasa getir
Saat aku sadar bahwa hidup
memang sukar.
Waktu itu kami berlive in di
Elar.
Elar itu letaknya di Manggarai
timur,
Jauh lebih kering dibanding
kecamatan Lembor.
Ya Lembor itu kampungnya Fr
Hans Syukur.
Kembali ke topik tentang Elar.
Semua orang tahu kalau Elar itu
tak punya pasar,
Tapi orang-orang di sana hobinya pamer.
Eitsss, sabar dulu! Maksudku
pamer sikap solider.
Hal itu membuatku tak merasa
minder.
Apalagi merasa tersingkir,
Di antara para tua golo yang
hobinya berkelakar,
Bagai sahut menyahutnya burung
camar.
Aku paling senang saat datangnya fajar
Duduk menghitung berung yang
bertengger,
Sambil menyeruput kopi hitam
yang terasa segar.
Pernah ayah angkatku bertutur:
“Nak, mari kita ke kebun untuk
membabat belukar”
Tentang itu aku paling gemar
Meski di kebun ada banyak ular.
Manakala waktu segera berakhir
Aku coba beriktiar:
“Dalam kalbuku, Elar takan
pudar”
3.
Lagur
Satu lagi kisahku tentang cinta
di desa Lagur.
Letaknya memang tak jauh dari
Cancar.
Kalau dari novisat kurang lebih
tiga kilo meter.
Lagur menjadi tempat favoritku
saat pesiar
Hitung-hitung juga sebagai
karya misioner.
Cerita tentang Lagur bermula
dari seorang suster
Aku mengenalnya di awal Oktober,
Tepatnya seminggu sebelum ke Elar untuk berlibur.
Selain manis, suster itu juga
pintar.
Tak heran kalau ia kujadikan
inspirator
Di kala panggilanku mulai
luntur
Ketika kami sudah berpencar
Rinduku padanya selalu mekar.
Untunglah ada seorang teman
bruder
Yang mengingatkanku untuk tetap
tegar.
Dan sejauh ini aku sangat
bersyukur
Sebab suster tak pernah hilang
kabar
Di Lagur, ada juga ceritaku
tentang calon legislator.
Maaf, namanya Bapak Konstantinus Gagur.
Manakala musim kampanye digelar
Darinya saya mendapat serangan
fajar.
Waktu itu saya menjabat ketua
redaktur
Maka di novis, ia ingin namanya
populer.
Memang hal ini wajar,
Tapi paling tidak disukai oleh
magister.
Akibatnya saya pernah ditegur
Dan itu membuat saya susah
tidur
4.
Akhir Kata
Orang-orang Flores bagian timur
Selalu menyingkat Manggarai
dengan Manggar
Mungkin ini tidak benar
Tapi aku bermaksud menghibur
That’s all, my brother.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar