Some Words to me from ‘someone’
Hidup itu pilihan. Kehidupan di biara
memang kelihatan “berat”, namun kita dapat melihat ke dalam kehidupan kita
masing-masing, adakah hidup yang “ringan” atau “tidak memberatkan”? Apapun
pilihan hidup kita, selalu ada konsekuensinya. Setiap pilihan hidup kita,
selalu ada dua sisi yaitu hitam dan putih. Selama manusia masih menapaki
langkahnya di dunia ini, dia selalu mengalami dua hal yang bertolak belakang,
dan manusia itu sendiri tidak dapat memilih hal mana yang ia ingini.
Ketika saya memilih hidup di “jalan
ini”, berarti saya sudah siap memikul tanggungjawabnya. Panggilan hidup sebagai
seorang berjubah sebenarnya selalu mengandalkan panggilan suara hati. Itulah
sebabnya mengapa panggilan itu disebut suatu misteri karena memang “tidak
jelas”, bahkan bagi si terpanggil sendiri. Saya dapat mengatakan demikian
karena saya sendiri pun belum sepenuhnya yakin bahwa saya sungguh-sungguh
terpanggil. “Panggilan itu sekuat jawabannya”. Panggilan Tuhan itu selalu
dipengaruhi oleh jawaban kita sendiri. Saya memang belum yakin sepenuhnya
apakah Tuhan sungguh-sungguh memanggil saya, oleh karena itu saya harus
memberikan jawaban “YA” setiap harinya.
Setelah berada di tempat ini saya
secara pribadi merasakan kebahagiaan dan cinta kasih
Allah yang nyata karena
saya sudah banyak sekali mengalami perubahan dalam hidup. Saya merasa kini
tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan dewasa. Di tempat ini pula, saya
juga dapat mengenal dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai segi
kehidupan dan mencintai mereka dengan tidak memandang bulu.
Saya yakin dan percaya bahwa Tuhan
punya rencana atas hidup setiap manusia di dunia ini. Kita semua (termasuk
saya) hanya diminta untuk menyerahkan semua yang terjadi ke dalam tangan-Nya
dan membiarkan semuanya berjalan seturut kehendak-Nya sendiri. Bagaimana cara
supaya kita dapat sedikit “tahu” terhadap rencana Tuhan dalam hidup kita? Yaitu
dengan berdoa dan menjalin relasi yang mendalam dengan Tuhan.
Apapun pilihan hidup saya saat ini,
saya mau percaya bahwa jika memang Tuhan menginginkan saya untuk menjadi
Imam-Nya, maka Ia pasti akan membantu saya untuk dapat keluar dari setiap
persoalan yang harus saya hadapi saat ini dan nanti. Saya hanya dapat berpasrah
dan membuka diri dan hati saya untuk senantiasa menerima urapan rahmat
kasih-Nya. Saya meyakini satu hal dari Tuhan, yaitu bahwa Ia adalah Allah dan
Tuhan yang bertanggungjawab. Jika Ia memberikan sesuatu hal bagi manusia, maka
Ia akan menyelesaikannya pula. Jika Tuhan telah memulai sesuatu pekerjaan yang
baik di dalam kita, Dia akan meneruskannya sampai pada kesudahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar